Kasus kasat mata adalah puluhan proyek smelter dari China

Kasus kasat mata adalah puluhan proyek smelter dari China – Praktik-praktik tak terpuji itulah yang bermuara pada ICOR (incremental capital-output ratio) yang sangat tinggi. Di era Jokowi ICOR mencapai 6,5, sedangkan sepanjang kurun waktu Orde Baru sampai era SBY reratanya hanya 4,3.

Artinya, selama pemerintahan Jokowi-JK, untuk menghasilkan tambahan satu unit output, diperlukan tambahan modal 50 persen lebih banyak. Tambahan modal itu tak lain dan tak bukan adalah investasi. Tak hanya lebih parah dari periode-periode sebelumnya, ICOR Indonesia pun tertinggi di ASEAN.

“Jika Pak Jokowi mau mencapai pertumbuhan 7 persen sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja, tak perlu Omnibus Law yang banyak cacatnya itu dikutip Bloomberg. Perangi saja terus korupsi, terutama di pusaran kekuasaan, dan segala bentuk pemborosan dengan menurunkan ICOR menjadi 4,7. Maka pertumbuhan 7 persen otomatis akan tercapai, saran Faisal.

Pengamat industri Andi Akmal yang bekerja sebagai konsultan selama puluhan tahun menyatakan bahwa sebenarnya komponen perburuhan dalam kegiatan industri itu tidak lebih dari 15 persen.

“Yang perlu dibenahi justru cost yang muncul di komponen lainnya. Jika porsi perburuhan 15% itu ingin dikurangi seminimal mungkin, maka tak banyak penghematan investasi yang bisa dilakukan. Bahkan counter-productive, jika regulasi baru itu dijawab dengan aksi pemogokan,” jelasnya kepada wartawan DNI di Jakarta.